Jangan Lewatkan Updet dari Dd.Ayip Dokumen

We'll not spam mate! We promise.

Showing posts with label ipa. Show all posts
Showing posts with label ipa. Show all posts

Wednesday, 18 March 2015

Jenis jenis Bioma dan Contohnya

Pengertian Bioma!

Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu. Bioma terbagi menjadi beberapa jenis, ditentukan oleh curah hujan dan intensitas cahaya mataharinya.

Jenis - Jenis Bioma

Bioma Gurun

Bioma Gurun merupakan bioma yang di dominasi oleh batu/pasir dengan tumbuhan sangat jarang. Bioma ini paling luas terpust di sekitar 20 derajat LU, mulai dari Pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Sepanjang daerah itu terdapat kompleks gurun Sahara, gurun Arab dan gurun Gobi dengan luas mencapai 10 juta km persegi.

Bioma Padang Rumput

Bioma Padang Rumput terdiri dari dua jenis, yaitu :
Bioma Sabana
Bioma Sabana adalah bioma padang rumput yang diselingi pepohona besar didalamnya

Bioma Stepa
Bioma Stepa adalah bioma padang rumput secara keseluran tanpa diselingi pepohonan di dalamnya

Bioma Hutan Hujan Tropis

Bioma  hutan hujan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yanag paling tinggi. persebaran bioma hutan hujan tropis meliputi wilayah Amerika Selatan (Brazil), Asia Tenggara (Indonesia), Papua Nuguini, dan Afrika Tengah (Kongo).

Bioma Hutan Gugur

Bioma hutan gugur (Deciduous Forest) adalah bioma yang banyak terdapat di bagian belahan bumi utara dan sebagian belahan bumi selatan. Antara lain di negara Canada, Swedia, Finlandia, Norwegia, Rusia, sebagian Amerika Serika yang meliputi daerah yang luas, mulai dari sungai Mississippi hingga pantai Atlantik dan dari Florida hingga Kanada bagian Selatan, Chili, Kazakhstan, Cina dan Jepang. Sedangkan di Indonesia, bioma ini dapat ditemukan di Jawa Barat hingga Jawa Timur. Penaman bioma ini berdasarkan atas ciri – ciri umum dari ditemukannya tumbuhan di sekitarnya yang menggugurkan daunnya pada musim gugur.

Bioma Taiga

Taiga adalah hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, beruang, rubah, serigala, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur. Taiga banyak ditemukan di belahan bumi utara, misalnya di wilayah negara Rusia dan Kanada. Bioma Taiga merupakan bioma terluas dari bioma-boma lain yang ada di bumi. Musim dingin di taiga yang dingin dan musim panas yang hangat.

Bioma Tudra

Bioma tundra merupakan bioma yang terdapat di daerah lingkar kutub utara dan selatan. Pada bioma ini tidak terdapat pepohonan yang dapat tumbuh, yang ada hanya tumbuhan kecil sejenis rumput dan lumut. Bioma ini terdapat di sekitar lingkar Artik, Greenland di wilayah kutub utara. Di wilayah kutub selatan terdapat di Antartika dan pulau-pulau kecil disekitar Antartika. Bioma tundra berdasarkan pembagian iklim terdapat di daerah beriklim es abadi (EF) dan iklim Tundra (ET).

Saturday, 21 February 2015

Power Materi IPA Untuk Sekolah Dasar

Download powerpoint materi Ilmu Pengetahuan alam tentang gerak untuk sekolah dasar kelas 3!!!

Download bahan ajar powerpoint interaktif untuk SD kelas 6 tentang gerak!!!

Download materi power point untuk Sekolah Dasar!!!

Download contoh power point dengan hyperlink!!!

_______________________________________________________________

Sunday, 8 February 2015

Makalah Satelit Alami dan Satelit Buatan


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Satelit Alami dan Satelit Buatan” ini dengan baik.
Upaya penyusun dalam membuat makalah ini bertujuan untuk melengkapi Tugas Semester 2 yang dibimbing langsung oleh Guru mata pelajaran IPA.
Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang membantu penyusunan dalam membuat makalah ini:
Akhir kata, segala kesempurnaan adalah pada Tuhan YME. Dan penyusun menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang membangun penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Cirebon,  9 Februari 2015



Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

Satelit merupakan benda yang mengelilingi bumi dan planet-planet lainnya dengan periode revolusi dan rotasi tertentu dan memiliki orbit peredarannya masing-masing. Sedangkan Orbit satelit adalah titik lintasan/jalur peredaran satelit dalam mengelilingi planet. Ada dua istilah yang ada hubungannya dengan orbit, yaitu apogee (titik terjauh dengan bumi) dan perigee (titik terdekat dengan bumi).
Dalam istilah astronomi, satelit merupakan suatu objek di angkasa yang bergerak mengelilingi objek lain yang lebih besar. bulan merupakan satelit dari bumi, dan juga bumi dan planet lain yang merupakan satelit dari matahri. Terdapat dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan.

BAB II

MATERI

A.    Satelit Alami

Satelit adalah benda langit yang paling kecil beredar mengelilingi benda langit yang lebih besar (planet) dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar. Bersama-sama dengan planetnya, satelit beredar mengelilingi matahari dengan arah peredarannya sama dengan arah peredaran planetnya dan bidang edarnya hampir berimpit dengan bidang edar planetnya.

Satelit alami adalah satelit yang sudah berada dalam tata surya dan bukan buatan manusia. Contohnya adalah bulan yang menjadi satelit alami bumi.
Planet yang memiliki satelit terbanyak adalah Saturnus, sedangkan planet yang tidak memiliki satelit adalah Merkurius dan Venus. Satelit buatan manusia beredar mengitari bumi dengan orbit tertentu. Satelit ini diluncurkan dengan roket atau pesawat ulang alik. Sputnik 1 adalah satelit buatan manusia yang pertama kali diluncurkan oleh Uni Sovyet pada tanggal 4 Oktober 1957.

B.    Satelit Buatan

Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang diluncurkan ke luar angkasa dan beredar mengelilingi planet. Satelit buatan adalah suatu penerima dan pemancar wireless yang diletakkan pada orbitnya di sekitar bumi.
Satelit dibuat oleh para ilmuan dan engineer yang akan ditempatkan di orbit mengitari bumi, dengan berbagai misi dan fungsinya masing-masing. Salah satu contoh satelit buatan yang dimiliki Indonesia adalah Satelit Palapa.

Satelit buatan sendiri memiliki berbagai macam fungsi seperti untuk tujuan telekomunikasi, mata-mata (militer), penelitian, pengamatan bumi dan benda-benda luar angkasa

Berikut ini adalah beberapa contoh satelit buatan:
  1. Satelit astronomi: satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan benda luar angkasa lainnya.
  2. Satelit komunikasi: satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi.
  3. Satelit pengamat bumi:satelit yang dirancang khusus untuk mengamati bumi seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dan lain sebagainya.
  4. Satelit navigasi: satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima dipermukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi seperti mengukur jarak antar bangunan.
  5. Satelit mata-mata: satelit pengamat bumi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
  6. Satelit cuaca: satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim di bumi.
  7. Satelit ketenteraan – satelit komunikasi dan satelit pantau bumi yang digunakan oleh pihak tentera dan perisikan.
  8. Satelit anti-satelit – satelit yang dilengkapi dengan senjata dan berupaya memusnahkan satelit atau objek angkasa yang lain.
  9. Biosatellites – satelit yang menempatkan objek atau organisma hidup bagi tujuan penyelidikan saintifik.
  10. Satelit kecil – satelit yang bersaiz kecil seperti satelit mini (200-500 kg), satelit mikro (10-200 kg) dan satelit nano (bawah 10 kg).
  11. Stesen angkasa – struktur bangunan yang dibina yang membolehkan manusia hidup di angkasa lepas. Stesen ini direka bagi membolehkan manusia tinggal selama beberapa bulan, bahkan beberapa tahun. Contohnya, International Space Station (ISS).

PENUTUP

Satelit adalah benda langit yang paling kecil beredar mengelilingi benda langit yang lebih besar (planet) dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar. Bersama-sama dengan planetnya, satelit beredar mengelilingi matahari dengan arah peredarannya sama dengan arah peredaran planetnya dan bidang edarnya hampir berimpit dengan bidang edar planetnya.

Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang diluncurkan ke luar angkasa dan beredar mengelilingi planet. Satelit buatan adalah suatu penerima dan pemancar wireless yang diletakkan pada orbitnya di sekitar bumi.

____________________________________________________________________

ARTIKEL DI ATAS HANYA PREVIEW SAJA
SILAAHKAN DOWNLOAD UNTUK LEBIH LENGKAPNYA

 Download Makalah Ini lengkap
Download Premium Dokumen di Dd. Ayip Dokumen gratis dan full fersion
dan yang paling penting Editable 
____________________________________________________________________ 

Thursday, 5 February 2015

Makalah Litosfer dan atmosfer

Makalah singkat mengenai Litosfer dan Atmosfer ini terdiri dari


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Litosfer dan Atmosfer” ini dengan baik.
Upaya penyusun dalam membuat makalah ini bertujuan untuk melengkapi Tugas Semester 2 yang dibimbing langsung oleh Guru mata pelajaran IPA.
Tidak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang membantu penyusunan dalam membuat makalah ini:
Akhir kata, segala kesempurnaan adalah pada Tuhan YME. Dan penyusun menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang membangun penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Cirebon,  9 Februari 2015



Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang.

Bumi ini tersusun dari beberapa lapisan diantaranya lapisan Atmosfer dan lapisan litosfer.
Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas yang merupakan tempat tinggal mahkluk hidup, baik oleh manusia, hewan dan tanaman. Semua akifitas manusiadilakukan di lapisan litosfer. Manusia tinggal, berkembang biak, bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar di lapisan ini. Lapisan litosfer memiliki beragam bentuk, ada yang berupa pegunungan,dataran tinggi, dataran rendah, maupun sungai.
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km, Lapisan atmosfer dibedakan berdaasarka karakteristiknya, misal: temperatur, peranyya serta kandungannya.


BAB II

LITOSFER

A.    Struktur Litosfer (Lapisan Kulit Bumi)

Pertama tama perlu anda ketahui bahwa kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan, lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 2200 km.

Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya. Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra.

B.    Susunan Bumi

Bumi tersusun atas beberapa Lapisan :
  • Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.
  • Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.
  • Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.

C.    Bagian bagian Litosfer

Litosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:
  1. Lapisan sial
  2. yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km. 
      Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu: 
    • Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua. 
    • Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan dilaut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuanbatuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra
  3. Lapisan sima (silisium magnesium
  4. yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basaltdan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

BAB III

ATMOSFER

A.    Pengertian Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi terutama karena adanya pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi. Perputaran bumi ini akan mengakibatkan bergeraknya masa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus angin.

B.    Lapisan Atmosfer

Lapisan atmosfer dibedakan berdaasarka karakteristiknya, misal: temperatur, peranyya serta kandungannya. Apa bisa dilihat lapisa itu? Jawabnya adalah tidak. Karena sesuai sifat atmosfer bahwa tidak dapat dilihat dan tidak berwarna.Nah, lapisannya seperti berikut ini:
  1. Troposfer
  2. Lapisan ini merupakan lapisan yang paling bawah, berada antara permukaan bumi sampai pada ketinggian 8 km pada posisi kutub dan 18 – 19 km pada daerah ekuator. Pada lapisan ini suhu udara akan menurun dengan bertambahnya ketinggian. Di lapisan inilah terbentuknya awan, jatuhnya hujan, salju, hujan es dan lain-lain. StratosferMerupakan bagian atmosfer yang berada di atas lapisan troposfer sampai pada ketinggian 50 – 60 km. Pada lapisan stratosfer, suhu akan semakin meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Suhu pada bagian atas stratosfer hampir sama dengan suhu pada permukaan bumi. Ciri penting dari lapisan stratosfer adalah keberadaan lapisan ozon yang berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet, sehingga sebagian besar tidak akan mencapai permukaan bumi.
  3. Mesosfer
  4. Mesosfer terletak di atas stratosfer pada ketinggian 50 – 70 km. Suhu di lapisan ini akan menurun seiring dengan meningkatnya ketinggian.  Pada lapisan ini meteor terbakar.
  5. Termosfer
  6. Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juda disebut lapisan ionosfer. Lapisan ini merupakan tempat dipantulkannya gelombang radio.
  7. Ekosfer atau atmosfer luar
  8. Merupakan lapisan terluar yang merupakan batas palin luar dengan angkasa luar yang tak terbatas. Pada lapisan ini tempat satelit mengorbit.

C.    Manfaat atmosfer

Setiap segala sesuatau yang diciptakan pastilah ada manfaatnya. Begitupula lapisan atmosfer ini. Beberapa manfaat atmosfer yaitu:
  1. Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari.
  2.  Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi
  3. Menyediakan okisgen dan karbon dioksida.
  4. Sebagai penahan meteor yang akan jatuh ke bumi

PENUTUP

Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas yang merupakan tempat tinggal mahkluk hidup, baik oleh manusia, hewan dan tanaman. Semua akifitas manusiadilakukan di lapisan litosfer. Manusia tinggal, berkembang biak, bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar di lapisan ini. Lapisan litosfer memiliki beragam bentuk, ada yang berupa pegunungan,dataran tinggi, dataran rendah, maupun sungai.
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km, Lapisan atmosfer dibedakan berdaasarka karakteristiknya, misal: temperatur, peranyya serta kandungannya.
____________________________________________________________________

ARTIKEL DI ATAS HANYA PREVIEW SAJA
SILAAHKAN DOWNLOAD UNTUK LEBIH LENGKAPNYA

 download makalah litosfer dan atmosfer
Download Premium Dokumen di Dd. Ayip Dokumen gratis dan full fersion
dan yang paling penting Editable 
____________________________________________________________________ 

Wednesday, 23 April 2014

Energi tak terbarukan

Energi tak terbarukan

Energi tak terbarukan adalah energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang waktu pembentukannya sampai jutaan tahun.
Dikatakan tak terbarukan karena, apabila sejumlah sumbernya dieksploitasikan, maka untuk mengganti sumber sejenis dengan jumlah sama, baru mungkin atau belum pasti akan terjadi jutaan tahun yang akan datang. Hal ini karena, disamping waktu terbentuknya yang sangat lama, cara terbentuknya lingkungan tempat terkumpulkan bahan dasar sumber energi inipun tergantung dari proses dan keadaan geologi saat itu.

Contoh Energi Takterbaharukan 

Contoh dari Energi tak terbarukan yang sangat dikenal, yaitu minyak bumi.
Dari cara terbentuknya, Minyak bumi atau minyak mentah merupakan senyawa hidrokarbon yang berasal dari sisa-sisa kehidupan purbakala (fosil), baik berupa hewan, maupun tumbuhan.
Dewasa ini di berbagai negara di belahan dunia termasuk Indonesia, aktivitas pencarian energi alternatif untuk menggantikan energi tak terbarukan tengah digalakkan, biasanya dengan melakukan penelitian mengenai kandungan senyawa kimiawi terhadap spesies tumbuhan tertentu, dilanjutkan dengan berbagai proses percobaan, agar energi yang dihasilkan setara dengan atau paling tidak, mendekati besarnya energi yang diperoleh dari sumber energi tak terbarukan itu.

Solusi Energi Tak Terbaharukan

Solusi Energi Tak Terbarukan yang Semakin Menipis Berkaitan dengan sumberdaya energi tak terbarukan semakin menipis cadangannya, solusi dalam menghadapi pembangunan Indonesia ke masa depan, agar persoalan pengadaan energi tidak menjadi hambatan pembangunan adalah dengan mengalihkan sumber energi tak terbarukan kepada energi terbarukan.
Ada bebera hal yang dapat dilaksanakan yaitu:
  1. Mengoptimalkan produksi dan pemanfaatan biodisel. Terutaman pada sarana transportasi yang masih menjadikan bahan bakar utama minyak dan batu bara, agar dapat dikonversi dengan biodisel. Sayangnya isyu ini kurang terdengar lagi, semenjak kasus blueenergy yang pernah diresmikan Presiden SBY. Untuk memanfaatkan jarak sebagai bahan bakar, ternyata membutuhkan luasan lahan produksi yang tidak sedikit. Pemanfaatan minyak sawit dinillian prosesnya masih mahal. Saat ini sedang dikembangkan bioetanol dari ubi kayu.
  2. Pemanfaatan dan pengembangan biogas dari limbah ternak untuk pemenuhan energi perdesaan. Sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah.
  3. Pemanfaatan dan pengembangan biogas untuk pembangkit listrik pedesaan dan perkotaan dengan memanfatkan limbah ternak dan sampah kota. Penggunaan biogas untuk generator pembangkit listrik dapat menghemat minyak dan batu bara.
  4. Pemanfaatan enegi air dan angin sebagai pembangkit listrik, dijadikan konversi pembangkit listrik yang masih menggunakan disel.
Masih banyak potensi yang dapat diperbaharui untuk dapat dikembangkan. Seperti pemanfaatan Tenaga Surya, dirasakan masih cukup mahal. Sumber energinya melimpah. Pemanfaatan Energi Tak Terbaharukan Langkah konversi pemanfaatan energi dari sumber tidak terbarukan kepada sumber terbarukan harus diikuti dengan pengoptimalan eksplorasi energi tersebut. Penambangan energi fosil perlu dioptimalkan dan harus ada kebijakan pengutamaan pemanfaatannya pada kebutuhan dalam negeri. Untuk kesejahteraan bangsa Indonesia, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar

Wednesday, 2 October 2013

Makalah Sistem Reproduksi Pada Hewah ( Remedial IPA )


BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang
  2.            Reproduksi merupakan salah satu kemampuan hewan yang sangat penting. Tanpa kemampuan tersebut, suatu jenis hewan akan punah. Oleh karena itu, perlu dihasilkan sejumlah besar individu baru yang akan mempertahankan jenis suatu hewan. Proses pembentukan individu baru inilah yang disebut reproduksi (Urogenital).
               Reproduksi dapat terjadi secara generative atau vegetative. Reproduksi secara vegetative tidak melibatkan proses pembentukan gamet, sedangkan reproduksi generative diawali dengan pembentukan gamet. Di dalam gamet terkandung unit hereditas (faktor yang diturunkan) yang disebut gen. gen berisi sejumlah besar kode informasi hereditas yang sebenarnya, yang terletak pada DNA.
    Sistem reproduksi vertebata jantan terdiri atas sepasang testis, saluran reproduksi jantan, kelenjar seks asesoris (pada mamlia) dan organ kopulatoris (pada hewan-hewan dengan fertilisasi internal). Sistem reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium pada beberapa hanya satu) dan sdaluran reproduksi betina. Pada mamlia yang dilengkapi organ kelamin luar (vulva) dan kelenjar susu.
    Reproduksi vertebrata pada umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi, dan cara hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi. Misalnya hewan akuatik pada umumnya melakukan fertilisasi di luar tubuh (fertilisasi eksternal), sedangkan hewan darat melakukan fertilisasi di dalam tubuh (fertilisasi internal).
    Bagi hewan yang melakukan fertilisasi internal dilengkapi dengan adanya organ kopulatori, yaitu suatu organ yang berfungsi menyalurkan sperma dari organisme jantan ke betina.

  3. Tujuan
  4. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu :
    1. Untuk mengetahui sistem reproduksi hewan
    2. Untuk mengetahui Susunan fungsional organ reproduksi pada hewan
    3. Untuk mengetahui spermatogenesis dan oogenesis

BAB II
PEMBAHASAN



A. Mekanisme Reproduksi

         Reproduksi pada hewan dapat terjadi secara seksual maupun aseksual. Konsep reproduksi aseksual tidak dapat didefenisikan dengan tepat (karena terlalu banyak variasi), tetapi jelas bahwa prses ini tdak berkaitan dengan proses pembentukan gamet. Reproduksi aseksual dapat berlangsung dengan cara pembelahan, fragmentasi, atau bertunas.
         Reproduksi dengan pembelahan sel antara lain terjadi pada protozoa dan amoeba....
[download untuk lebih lengkap]

B. Susunan Fungsional Organ Reproduksi pada Hewan

         Pada hewan yang masih primitif, jaringan yang menghasilkan sel gamet tersusun menyebar (difus). Jaringan ini terdiri atas sejumlah sel lokus yang berfungsi untuk perbanyakan sel kelamin. Pada hewan yang perkembangannya sudah lebih maju, bentuk dan lokasi gonad sudah lebih jelas, terletak simetris bilateral, dan biasanya merupakan organ berpasangan. [download untuk lebih lengkap]

C. Spermatogenesis dan Oogenesis

         Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma (gamet jantan) yang terjadi dalam testis. Selama proses spermatogenesis, spermatogonia akan berkembang baik dengan cara membelah, menghasilkan spermatosit primer, spermatosit sekunder, dan akhirnya spermatid.
         Spermatogenesis yang terjadi pada vertebrata yang lebih rendah pada dasarnya sama dengan proses yang terjadi pada manusia.... [download untuk lebih lengkap]

D. Sistem Reproduksi Hewan

Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal.
Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air. Contohnya pada ikan (pisces) dan amfibi (katak).
Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial), misalnya hewan dari kelompok reptil, aves dan
1. Mamalia.
Setelah fertilisasi internal, ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya, yaitu dengan cara ovipar, vivipar dan ovovivipar.
Ovipar (Bertelur)
Vivipar (Beranak)
Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)

2. Reproduksi Amfibi (Amphibia)
Kelompok amfibi, misalnya katak, merupakan jenis hewan ovipar. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh... [download untuk lebih lengkap]

3. Reproduksi Reptil (Reptilia)
Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar... [download untuk lebih lengkap]

4. Reproduksi Burung (Aves)
Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka... [download untuk lebih lengkap]

5. Reproduksi Mamalia (Mammalia)
Semua jenis mamalia, misalnya sapi, kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar, sehingga pembuahannya bersifat internal.... [download untuk lebih lengkap]

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Reproduksi pada hewan dapat terjadi secara seksual maupun aseksual.
2. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma (gamet jantan) yang terjadi dalam testis.
3. Oogenesis adalah proses pembentukan gamet betina (ovum) yang terjadi dalam ovarium.
4. Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal.
5. Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air. Contohnya pada ikan (pisces) dan amfibi (katak).
6. Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial), misalnya hewan dari kelompok reptil, aves dan mamalia.

B. Saran 

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari Dosen Pembimbing Struktur Hewan serta teman-teman sekalian yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

http://ddayipdokumen.blogspot.com/2013/10/makalah-sistem-reproduksi-hewan.html

Tuesday, 1 October 2013

Faktor-Faktor Pengaruh Pergeseran Kesetimbangan


Pergeseran Kesetimbangan dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut asas Le Chatelier sendiri sebagai ilmuwan, Jika sutu sistem kesetimbangan diberikan aksi-aksi tertentu, maka sistem akan mengadakan reaksi yang cenderung menghilangkan pengaruh aksi yang diberikan. Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri.
Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, yaitu:
  • Faktor Konsentrasi
  • jika konsentrasi reaksi diperbesar, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke kanan begitupun sebaliknya
  • Faktor Tekanan
  • jika tekanan reaksi diperbesar tetapi volume diperkecil, pergeseran kesetimbangan reaksi akan menuju ke arah bagian yang jumlah koefisiennya kecil.
  • Faktor Suhu
  • jika suhu suatu sistem dinaikkan, maka sistem akan bereaksi dengan menurunkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke bagian reaksi yang menyerap kalor atau dikenal dengan reaksi endoterm. Begitupun sebaliknya, jika suhu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke bagian yang melepaskan kalor atau disebut dengan reaksi eksoterm.
  • Faktor Katalis
  • Katalis itu sendiri adalah sebuah zat yang dapat mempercepat reaksi namun akan kembali ke wujudnya semula ketika reaksi telah selesai.
Katalis dapat memperbesar laju reaksi karena menurunkan energi aktivasi. Dengan menggunakan katalis, suatu reaksi dapat dijadikan berjalan lambat ataupun cepat, sesuai yang dibutuhkan. Katalis juga penting untuk reaksi yang berlangsung pada suhu tinggi karena dengan menggunakan katalis maka reaksi dapat diatur agar tetap berlangsung pada suhu rendah. Jadi, faktor-faktor tersebut di atas dapat menjadi bagian penting dalam terjadinya pergeserean kesetimbangan kimia.

Monday, 30 September 2013

Pengertian dan jenis jenis patah tulang

 

Pengertian Patah Tulang (Fraktur)

Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya -(Smeltzer S.C & Bare B.G, 2001)

Fraktur atau patah tulang adalah setiap retak atau patah pada tulang yang utuh
-(Reeves C.J, Roux G & Lockhart R, 2001).

Jenis fraktur

  1. Complete fraktur (fraktur komplet), patah pada seluruh garis tengah tulang,luas dan melintang. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang.
  2. Closed frakture (simple fracture), tidak menyebabkan robeknya kulit, integritas kulit masih utuh.
  3. Open fracture (compound frakture / komplikata/ kompleks), merupakan fraktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit) atau membran mukosa sampai ke patahan tulang. Fraktur terbuka digradasi menjadi:
    • Grade I: luka bersih dengan panjang kurang dari 1 cm.
    • Grade II: luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensif.
    • Grade III: sangat terkontaminasi, dan mengalami kerusakan jaringan lunak ekstensif.
  4. Greenstick, fraktur dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok.
  5. Transversal, fraktur sepanjang garis tengah tulang.
  6. Oblik, fraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang.
  7. Spiral, fraktur memuntir seputar batang tulang.
  8. Komunitif, fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen.
  9. Depresi, fraktur dengan frakmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada tulang tengkorak dan wajah
  10. Kompresi, fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang).
  11. Patologik, fraktur yang terjadi pada daerah tulang berpenyakit (kista tulang, paget, metastasis tulang, tumor).
  12. Avulsi, tertariknya fragmen tulang oleh ligamen atau tendo pada prlekatannya.
  13. Epifisial, fraktur melalui epifisis.
  14. Impaksi, fraktur dimana fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya.

Penatalaksanaan

Segera setelah cedera perlu untuk me- imobilisasi bagian yang cedera apabila klien akan dipindhkan perlu disangga bagian bawah dan atas tubuh yang mengalami cedera tersebut untuk mencegah terjadinya rotasi atau angulasi.
Prinsip penanganan fraktur meliputi : Reduksi Reduksi fraktur berarti mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis Reduksi tertutup, mengembalikan fragmen tulang ke posisinya ( ujung ujungnya saling berhubungan ) dengan manipulasi dan traksi manual. Alat yang digunakan biasanya traksi, bidai dan alat yang lainnya. Reduksi terbuka, dengan pendekatan bedah. Alat fiksasi interna dalam bentuk pin, kaawat, sekrup, plat, paku. Iimobilisasi Imobilisasi dapat dilakukan dengan metode eksterna dan interna Mempertahankan dan mengembalikan fungsi Status neurovaskuler selalu dipantau meliputi peredaran darah, nyeri, perabaan, gerakan. Perkiraan waktu imobilisasi yang dibutuhkan untuk penyatuan tulang yang mengalami fraktur adalah kurang lebih 3 bln.

Saturday, 28 September 2013

Berbagai Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan


  1. Jaringan Pada Tumbuhan
    1. Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan
      1. Jaringan meristem
      2. Jaringan epidermis
      3. Jaringan parenkim
      4. Jaringan pengangkut
      5. Jaringan penguat
    2. Susunan jaringan di akar, batang dan daun
      1. Susunan jaringan di akar
      2. Sel-sel epidermis akar berdinding tipis dan berfungsi sebagai penyerap air. Sebagian sel epidermis mengalami modifikasi membentuk rambut akar yang membantu memperluas bidang penyerapan. Bagian korteks pada akar terdiri atas jaringan perankim, ciri-cirinya adalah terdapat ruang antar sel untuk transportasi gas dan penampung oksiden yang diperlukan dalam respirasi sel. Pada bagian stele terdapat berkas jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem yang letaknya bergantian dan tersusun dalam lingkaran. Jaringan meristem terdapat di ujung akar yang diikuti dengan daerah pemanjangan. Di ujung akar terdapat tudung akar/ kaliptra. Tudung akar terdiri dari sel-sel parenkim yang berdinding tipis. Fungsinya adalah sebagai pelindung jaringan meristem dan mengatur arah pertumbuhan akar.
      3. Susunan jaringan di batang
      4. Struktur anatomi batang mirip dengan akar, yaitu tersusun dari jaringan epidermis, jaringan dasar (parenkim), dan jaringan pegangkut, Epidermis batang biasanya terdiri dari satu lapisan sel. Epidermis ini sering mengalami modifikasi menjadi trikoma dan stomata. Pada batang yang sudah dewasa, stomata menghilang dan digantikan dengan lentisel.
      5. Susunan jaringan di daun
      6. Struktur anatomi daun juga terdiri dari tiga jenis jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar/parenkim, dan jaringan pengangkut. Pada jaringan epidermis terdapat kutikula untuk mengurangi penguapan berlebihan dari sel-sel daun. Pada beberapa jenis tumbuhan, selain kutikula juga terdapat lapisan lilin. Sebagian sel epidermis daun mengalami modifikasi menjadi stomata. Pada daun tumbuhan dikotil, letak stomata umumnya tersebar, sedangkan pada daun tumbuhan monokotil umumnya terletak sejajar. Stomata dapat ditemukan pada satu atau kedua sisi daun. Pada tanaman yang hidup di darat, umumnya stomata terletak di permukaan bawah. Sedangkan pada tanaman air, stomata terletak di permukaan daun sebelah atas. Tahukah kamu apa penyebabnya? Jaringan dasar pada parenkim daun (mesofil) mempunyai banyak kloroplas dan terdapat ruang antarsel yang luas.
    B.    Fotosintesi Tahukah kamu bagaimana tumbuhan hijau memperoleh nutrisi atau makanan? Tumbuhan hijau memperoleh makanan dengan fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses kimia-fisika dengan menggunakan energi cahaya matahari
    1.    Sejarah fotosintesis
    a.    Ingenhaousz
    Pada tahun 1770, Joseph Priestley seorang ahli kimia Inggris memperlihatkan bahwa tumbuhan mengeluarkan suatu gas yang dibutuhkan dalam pembakaran.
    Pada tahun 1799, seorang dokter berkebangsaan Inggris bernama Jan Ingenhousz berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen (O2).
    b.    Engelmann
    Pada tahun 1822 Engelmann berhasil membuktikan bahwa klorofil merupakan faktor yang harus ada dalam proses fotosintesis.
    c.    Sachs
    Pada tahun 1860, seorang ahli botani Jerman bernama Julius von Sachs berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum (zat tepung).

    d.    Hill
    Theodore de Smussure, seorang ahli kimia dan fisiologi tumbuhan dari Swiss menunjukkan bahwa air diperlukan dalam proses fotosintesis.
    e.    Black Man
    Pada tahun 1905 Blackman membuktikan bahwa perubahan karbon dioksida (CO2) menjadi glukosa (C6H12O6) berlangsung tanpa bantuan cahaya matahari. Peristiwa ini sering disebut sebagai reduksi karbon dioksida

    2.    Pengertan Fotosintesis
    Fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat dari karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) dengan bantuan sinar matahari. Tumbuhan mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai sel-sel yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Dalam fotosintesis, energi cahaya matahari diserap oleh klorofil dan diubah menjadi energi kimia yang disimpan dalam bentuk karbohidrat  diubah menjadi protein, lemak, vitamin, atau senyawa yang lain.
    Fotosintesis melibatkan banyak reaksi kimia yang kompleks. Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi pada proses fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut.


    Dari reaksi di atas, dapat diketahui syarat-syarat agar berlangsung proses fotosintesis, yaitu sebagai berikut.
    a.    Karbon dioksida (CO2), diambil oleh tumbuhan dari udara bebas melalui stomata (mulut daun).
    b.    Air, diambil dari dalam tanah oleh akar dan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xilem).
    c.    Cahaya matahari.
    d.    Klorofil (zat hijau daun), sebagai penerima energi dari cahaya matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis.





    3.    Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis
    Fotosintesis dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah sebagai berikut.
    a.    Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di udara, semakin tinggi konsentrasi CO2 di udara, maka laju fotosintesis semakin meningkat.
    b.    Klorofil, semakin banyak jumlah klorofil dalam daun maka proses fotosintesis berlangsung semakin cepat. Pembentukan klorofil memerlukan cahaya matahari.
    c.    Cahaya, intensitas cahaya yang cukup diperlukan agar fotosintesis berlangsung dengan efisien.
    d.    Air, ketersediaan air mempengaruhi laju fotosintesis karena air merupakan bahan baku dalam proses ini.
    e.    Suhu, umumnya semakin tinggi suhunya, laju fotosintesis akan meningkat, demikian juga sebaliknya. Namun bila suhu terlalu tinggi, fotosintesis akan berhenti karena enzimenzim yang berperan dalam fotosintesis rusak. Oleh karena itu tumbuhan menghendaki suhu optimum (tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi) agar fotosintesis berjalan secara efisien.

Monday, 25 February 2013

PINUS MERKUSII

Ciri – ciri Pinus Merkusii
Pinus memiliki ciri khas yaitu memiliki batang utama silindris, lurus dalam tegakan rapat serta memiliki alur yang dalam, cabang-cabang membentuk putaran yang teratur, tinggi bebas bebas cabang bisa mencapai 10-25 meter, memiliki bentuk daun jarum dengan jumlah dua helai yang dapat bertahan lebih dari 2 tahun dengan tepi daun bergerigi halus, bunga berbentuk stobili jantan dan betina.

Daun merupakan bagian dari tajuk pohon yang mungkin terjadinya proses fotosintesis, respirasi dan transpirasi. Daun pinus berbentuk seperti jarum tersusun dalam berkas-berkas yang masing-masing terdiri atas dua helai.

Klasifikasi Pinus Merkusi
Kingdom    : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi        : Coniferophyta
Kelas        : Pinopsida
Ordo        : Pinales
Famili        : Pinaceae
Genus        : Pinus
Spesies    : Pinus merkusii Jungh.& De Vr
Habitat        : Pinus merkusii umum tumbuh di Sumatra utara hingga ketinggian 2000 m
   dpl.

Manfaat Pinus Merkusii
Hampir semua bagian tumbuhan ini bisa dimanfaatkan yang paling umum adalah dengan menyadap batang untukkemudian diolah menjadi terpentin maupun gondorukem. Terpentin sebagaimana anda ketahui merupakan bahan industri parfum, obat-obatan, dan disinfektan. Sedangkan gondorukem merupakan bahan untuk membuat sabun, resin dan cat.
Kayu Pinus merkusii juga bisa dimanfaatkansebagai bahan konstruksi korek api, pulp, tiang listrik, sutra tiruan, kayu lapis, dan kertas serat panjang. Selain itu bagian kulitnya dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan dan kemudian abunya dipakai menjadi campuran pupuk karena kandungan kaliumnya yang cukup tinggi. Buahnya juga sudah diteliti untuk diolah menjadi bahan pembuatan briket.

Thursday, 31 January 2013

macam macam fase bulan

8 Fase-Fase Bulan
 
Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.

Sunday, 27 January 2013

makalah radio aktif

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Pengertian Radio Aktif
Radioaktif adalah kesimpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom.
 Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq).

Zat radioaktif dan radioisotop berperan besar dalam ilmu kedokteran yaitu untuk mendeteksi berbagai penyakit, diagnosa penyakit yang penting antara lain tumor ganas. Kemajuan teknologi dengan ditemukannya zat radioaktif dan radioisotop memudahkan aktifitas manusia dalam berbagai bidang kehidupan.